WAJO,AmbarNews.id - Kabupaten Wajo kembali mencatat sejarah sebagai episentrum gerakan pendidikan berbasis komunitas melalui gelaran Temu Pendidik Nusantara XII (TPN XII) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Diselenggarakan di Kampus Universitas Puangrimaggalatung (UNIPRIMA) Sengkang, forum ini dihadiri lebih dari 317 peserta dari berbagai elemen ekosistem pendidikan: Kepala Balai Besar GTK Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pengawas sekolah, organisasi profesi, kepala sekolah, serta guru-guru dari seluruh penjuru Kabupaten Wajo.

TPN merupakan puncak perjalanan tahunan guru belajar yang diselenggarakan oleh Guru Belajar Foundation bersama Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Kabupaten Wajo. Di forum ini, guru tidak sekadar menjadi penerima materi, tetapi pelaku utama dalam proses belajar. Kegiatan disusun secara variatif, mulai dari misi belajar, talkshow pendidikan, Cerdas Cermat Guru (CCG), kelas pendidik, kelas pemimpin, kelas kompetensi, hingga pameran karya murid dan pertunjukan seni. Setiap guru diberi ruang otonom untuk memilih jalur belajar sesuai kebutuhan, menjadikan TPN sebagai ruang tumbuh yang kontekstual dan personal.

“TPN adalah perayaan perjalanan belajar kami. Ini berbeda dari seminar biasa, karena di sini guru disuguhi ragam praktik baik dan diberi otonomi penuh memilih kelas yang relevan,” jelas Agung Setiawan, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator TPN XII di Kabupaten Wajo. Ia menekankan bahwa kegiatan ini lahir dari semangat KGBN untuk menjadikan guru pembelajar sepanjang hayat. “Kami berharap guru di Wajo terus tumbuh, dan murid-murid mereka menjadi pembelajar sejati di masa depan,” tambahnya.

Bagi Darussalam, S.Pd.I, salah satu peserta, TPN bukan sekadar forum pelatihan. “Yang paling berkesan adalah sesi praktik baik yang aplikatif. Saya dapat banyak ide baru untuk pembelajaran di kelas,” tuturnya. Ia pun mengajak lebih banyak guru untuk ikut TPN berikutnya, karena menurutnya, “Ini bukan hanya tempat belajar, tapi ruang bertemu guru-guru hebat yang saling menginspirasi.”

TPN XII menjadi representasi bahwa perubahan dalam pendidikan tidak selalu datang dari atas, melainkan bisa tumbuh dari akar rumput—dari ruang kelas, dari komunitas, dari kolaborasi. Saat guru bergerak, pendidikan tak hanya berjalan, tapi melonjak maju. Dan Wajo telah membuktikannya .(Ahmadi Saputra)