LUWU,AmbarNews.id – Mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat toleransi antarumat beragama, Polres Luwu terus mengintensifkan program Minggu Kasih sebagai sarana membangun komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat.
Kali ini, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan ibadah bersama jemaat Gereja Paroki St. Maryam, Desa Pongko, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Minggu (8/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Luwu didampingi Kasat Binmas AKP Petrus Sandalle dan Aiptu Yulianus. Kehadiran jajaran Polres Luwu disambut hangat oleh jemaat dan menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Pada kesempatan itu, Kapolres Luwu menyampaikan sejumlah imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Salah satunya terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Kapolres juga menyosialisasikan layanan Call Center 110 Polri sebagai sarana pengaduan dan pelaporan masyarakat apabila membutuhkan bantuan kepolisian maupun menemukan adanya gangguan kamtibmas. Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan tersebut sehingga kepolisian dapat memberikan respons terhadap berbagai permasalahan yang terjadi.
Selain itu, perhatian khusus turut diberikan terhadap situasi kamtibmas di wilayah Walenrang Utara, khususnya terkait kenakalan remaja dan potensi perkelahian antarkelompok yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para orang tua, untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan pengawasan terhadap generasi muda. Pembinaan sejak dini dinilai penting agar para remaja tidak terjerumus dalam pergaulan negatif maupun tindakan yang berpotensi menimbulkan konflik.
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Melalui komunikasi dan kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini.
Program Minggu Kasih juga menjadi ruang bagi Polri untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. Dengan demikian, hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dapat terus terbangun secara harmonis.
Melalui kegiatan ini, Polres Luwu menegaskan komitmennya untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta membangun sinergi bersama seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Luwu.

Komentar0